Kritik Bisnis PCR Luhut dan Erick, ProDem Iwan Sumule Curiga Atas Perintah Jokowi

Iwan Sumule
Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule (Eramuslim.com)

IDTODAY.CO – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Iwan Sumule kembali menyoroti soal bisnis PCR yang diduga melibatkan menteri Presiden Jokowi.

Bermula saat Iwan menyinggung perihal zaman pemerintahan orde baru (Orba). Dia mengatakan bahwa di orde baru ada seorang menteri yang dikenal sangat penurut dengan Presiden Soeharto.

Hal demikian menurut Iwan diindikasikan oleh setiap apa yang dinyatakan selalu diawali ‘atas petunjuk Bapak Presiden’. Lantas Iwan pun bertanya-tanya, apakah tindakan semacam itu akan kembali terjadi di era pemerintahan Jokowi saat ini

Baca Juga:  Habib Rizieq Didenda Rp 50 Juta, Epidemiolog: 'Tidak Cukup'

Dugaan Iwan pun semakin kuat, apalagi dengan mencuatnya nama-nama menteri Jokowi yang santer disebut terlibat dalam pusaran bisnis PCR untuk Covid-19.

“Di era Presiden Jokowi, apakah yang dilakukan Luhut dan menteri-menteri lainnya dalam melakukan bisnis (PCR, Vaksin, Obat,) dan juga korupsi atas petunjuk Bapak Presiden?” ujar Iwan, mengutip Galamedianews, Minggu, 7 November 2021.

Bukan hanya itu, Iwan juga mengingatkan bahwa adanya perilaku menteri yang koruptif hingga melakukan KKN dalam mengelola negara ini bisa sangat berdampak buruk bagi citra Jokowi.

Baca Juga:  IDI Ulang Tahun Ke-70, Wapres: IDI Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Representasi Perjuangan

Bahkan, menurut Iwan bisa saja Jokowi menjadi presiden pertama yang diadili dan dipenjara.

“Yang seperti ini bisa membuat Presiden Joko Widodo menjadi presiden pertama yang diadili dan dipenjara,” ujarnya.

“Bukan saja atas tindakan korupsi, tapi juga atas kejahatan-kejahatan kemanusiaan,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, eks Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto membocorkan sejumlah nama menteri yang diduga terafiliasi dengan bisnis pengadaan alat tes Covid-19 baik PCR maupun Antigen.

Baca Juga:  RR Minta Presiden Jokowi Tidak Gengsi Pakai Dana Proyek Ibukota Baru Untuk Penanganan Corona

Lewat akun Facebook pribadinya, Edy membeberkan sejumlah nama tersebut yakni, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Diketahui, nama kedua menteri ini diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, yaitu PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Sumber: terkini.id