Luhut Cemaskan Adanya Aksi Demo Ditengah Pandemi: Pasti Akan Menimbulkan Kluster Baru

Luhut Pandjaitan
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat terkait tol laut secara daring di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/9/2020).(Foto: Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)

IDTODAY.CO – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mencemaskan bila aksi-aksi dan demo yang dilakukan sejumlah pihak belakangan ini akan menciptakan klaster baru COVID-19.

Pada mulanya Lumut berbicara tentang tren kasus virus Corona di Indonesia. Ia mengklaim pasien sembuh dari COVID-19 di Indonesia cenderung mengalami penurunan. Luhut menyebut, recovery rate nasional semakin membaik, mortality rate juga cenderung menurun sekarang yang saat ini hanya 3,66 persen.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Luhut dalam acara ILC bertema “Benarkah RS Mengcovidkan Semua Pasien Meninggal?” yang disiarkan tvOne, Selasa malam 6 Oktober 2020.

“Saya dan teman-teman berupaya kalau bisa dalam beberapa bulan ke depan menjadi tiga persen sehingga sama dengan WHO,” kata Luhut. Sebagaimana dikutip dari viva.co.id (06/10/2020).

Tren peningkatan tersebut berdasarkan data selama 2 minggu terakhir. Begitu juga daerah-daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta. Empat provinsi ini semakin membaik, akan tetapi di Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan, menurutnya, masih ada masalah-masalah serius.

Luhut juga mengaku khawatir akan terjadi penambahan kasus Corona jika masyarakat tidak disiplin melakukan pembatasan sosial dan protokol kesehatan.  

“Yang saya khawatirkan ini kan musim hujan, 44 persen dari [prakiraan] BMKG akan lebih parah dari kondisi normal. Tapi kami sudah koordinasikan ke gubernur, kepala daerah, BMKG dan lainnya untuk menanganinya,” kata Luhut.

Selain itu, Luhut juga khawatir dengan aksi-aksi dan demo yang dilakukan sejumlah pihak belakangan ini akan menciptakan klaster baru COVID-19.

“Kedua, Demo-demo tadi. Pasti akan menimbulkan kluster baru. Jadi anda harus tanggung jawab kalau terlibat itu,” kata mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.

Oleh karena itu, Luhut menghimbau kepada Ketua-ketua serikat pekerja atau organisasi-organisasi berpikir jernih saat menyerukan sesuatu. Seperti halnya dalam mengkritisi RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Jadi anda secara langsung tidak langsung akan membuat orang lain menderita lho,” imbuh Luhut Pandjaitan.[viva/brz/nu]

Pos terkait