Menurut Gatot, Kekayaan Laut yang Dicuri Asing Bisa Lunasi Bunga Utang Negara

Gatot Nurmantyo
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo/RMOL

IDTODAY.CO – Pengelolaan sumber daya kelautan tak luput dari kritikan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Indonesia, kata Gatot, merupakan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia setelah Kanada. Di dalamnya ada lebih dari 17.504 pulau dan 1.650 jenis spesies ikan serta 480 jenis terumbu karang.

Namun kekayaan inilah yang membuat negara-negara lain berusaha menguasai perairan Indonesia dengan cara-cara melanggar hukum.

Baca Juga:  KBRI Bandar Seri Begawan Fasilitasi Kepulangan 912 WNI dari Brunei

“Ini yang membuat kita dikatakan surga, semuanya pada datang ke sini. Ya kebanyakan dengan cara mencuri ikan, terumbu karang, illegal fishing untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang besar,” kata Gatot dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/11).

Gatot lantas merujuk data mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang menyebut nilai kerugian Indonesia akibat pencurian ikan mencapai Rp 300 triliun pertahun.

Baca Juga:  Soal Isu Ahok Maju Pilpres, Novel: Jadi Wagub Saja Sudah Banyak Makan Korban Nyawa

“(angka tersebut) Bisa untuk bayar bunga utang itu. Belum lagi masalah subsidi BBM kepada kapal-kapal asing, penyelundupan sampai 3 ribu ton oleh kapal-kapal besar mengambil dari nelayan-nelayan. Jadi kalau dihitung ya luar biasa dari ikan, belum yang lain lagi,” lanjutnya.

Oleh karenanya, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini meminta generasi muda bangkit dan mengambil alih seluruh kekayaan alam Indonesia untuk diserahkan kepada rakyat Indonesia.

Baca Juga:  Pandu Jokowi: Provokasi & Ancam NKRI, Ruslan Buton akan Dilaporkan ke Polisi

“Saya pikir saudara-saudara sekalian lebih mengerti apakah kondisi pengelolaan sumber daya alam Indonesia kini tarafnya masih terancam tercabik-cabik, atau sudah dikendalikan dan dikuasai secara membabi-buta,” pungkas Gatot.

Sumber: rmol.id