PKS Cabut Anjuran Poligami, Cendekiawan NU: Mereka Telah Mempolitisasi Syariah

PKS Cabut Anjuran Poligami, Cendekiawan NU: Mereka Telah Mempolitisasi Syariah
PKS. (Detikcom)

IDTODAY.CO – Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli menanggapi kontroversi PKS yang menganjurkan kepada kadernya untuk poligami. Namun belakangan anjuran itu pun dicabut.

Terkait hal itu, aktivis NU tersebut menilai sikap PKS yang menerbitkan dan kemudian mencabut anjuran poligami itu seolah partai politik itu berlindung di balik syariah.

Pasalnya, kata Guntur, anjuran PKS itu belum lama diterbitkan namun tak sampai sehari anjuran tersebut malah dicabut.

“Saat menerbitkan anjuran poligami, PKS berlindung di balik syariah, enggak sampe sehari, mereka mencabutnya,” ujar Guntur Romli.

Baca Juga:  Lagi Bandara Soekarno-Hatta kedatangan 43 WNA Asal China

Hal itu disampaikan Guntur Romli lewat cuitannya di media sosial Twitter, seperti dilihat pada Jumat 1 Oktober 2021.

Maka dari itu, ia mengaku tak heran apabila banyak pihak yang lantas mempertanyakan soal anjuran poligami dari PKS yang membawa dalih syariah tersebut.

“Banyak yang bertanya-tanya: Kok syariah umurnya cuma sehari? Kok syariah bisa dicabut?,” tuturnya.

Lebih lanjut, tokoh muda NU ini juga menilai sikap PKS soal anjuran poligami itu mencerminkan bahwa partai tersebut telah mempolitisasi syariah hingga akhirnya citra mereka buruk di mata publik.

Baca Juga:  Dokter Garda Depan Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Perhatikan Keselamatan Para Dokter

“Begitulah nasib syariah kalau dipolitisasi. Malah kecipratan citra buruk,” kata Guntur Romli.

Diwartakan sebelumnya, PKS telah meminta maaf kepada publik lantaran membuat gaduh masyarakat usai memberi anjuran kepada kadernya yang sudah mampu untuk poligami atau beristri lebih dari satu.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Syariah PKS, Surahman Hidayat. Ia mengatakan, pihaknya sadar telah membuat gaduh dengan Tazkirah No.12 Tentang Solidaritas Terdampak Pandemi di mana salah satu poinnya yakni anjuran poligami bagi anggota PKS laki-laki yang telah mampu dan siap beristri lebih dari satu.

Baca Juga:  Kasus Kartu Prakerja, Pemerintah Bisa Saja 'Ngumpet' di Balik Perppu Corona

“Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian hati masyarakat Indonesia,” ucap Surahman.

Selain itu, kata Surahman, PKS juga telah mencabut anjuran poligami tersebut setelah mendapat berbagai masukan dari masyarakat.

“Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut,” ujarnya.

Sumber: terkini.id