Server KPU Diretas, PKS Dorong Pemerintah Perkuat Sistem IT

Server KPU Diretas, PKS Dorong Pemerintah Perkuat Sistem IT
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018) (Foto: Kompas.com)

IDTODAY.CO – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera  menanggapi bocornya jutaan data penduduk Indonesia yang berupa data pemilih tetap (DPT) yang dimiliki KPU RI.

Dugaan tersebut muncul pasca akun Twitter @underthebreach berhasil meretas dan mengatakan akan menampilkan 2,3 juta data penduduk Indonesia dan pemilihan umum.

Alhasil, ia mendesak pemerintah untuk meminta KPU RI menjaga keamanan data serta memperkuat sistem informasi teknologi.

Baca Juga:  Dipindahkan dari Posisi Ketua Komisi III DPR, Herman Hery: Saya Taat dan Loyal

“KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus menjaga keamanan data dan juga menjadikan pelajaran untuk lebih memperkuat sistem keamanan IT. Ini sangat berkaitan erat dalam menjaga ‘trust’ dan kredibilitas di masyarakat,” kata Mardani, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dikutip dari Indopolitika.com (22/5/2020).

Mardani juga meminta perlunya audit sistem keamanan data dan sistem informasi teknologi KPU agar tidak terulang kejadian yang sama.

Baca Juga:  Soal Penangkapan Ruslan Buton, Ahli Hukum UNJ: Tidak Ada Aspek Pidananya, Kecuali Dicari-cari Kasus Yang Lain

“Saya usulkan perlu diaudit seluruhnya oleh konsultan independen, jadi bahan masukan untuk perbaikan ke depannya,” pinta Mardani.

Ketua DPP PKS itu juga mengatakan, peristiwa pererasan tersebut harus menjadi pelajaran kepada pemerintah agar sistem keamanan data nasional ditinjau ulang.

“Harus jadi momentum meninjau keamanan data kependudukan nasional, saya mengusulkan program KTP-el yang saat ini sifatnya sentralistis sekaligus di tinjau ulang keamanan data dan sistem IT nya agar tidak mendatangkan bencana nasional,” tandasnya.[Brz]

Baca Juga:  Heboh Prank Yana Cadas Pangeran, Ridwan Kamil: Sayangi Keluarga, Kurangi Drama!