Soal Kemarahan Ditjen PAS Atas Wawancara Siti Fadilah, Politisi Gerindra: Jangan Lebai, Sekarang Bukan Orde Baru

MANTAN Menteri Kesehatan Indonesia pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang kini tengah dipenjara selama 4 tahun diwawancara oleh Deddy Corbuzier untuk sampaikan kisahnya //Youtube/Deddy Corbuzier

IDTODAY.CO – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, sangat prihatin dengan sikap Kementerian Hukum dan HAM yang  marah dan mengancam akan mengembalikan Siti Fadilah Supari ke LP Pondok Bambu, Jakarta Timur, pasca wawancara dengan Deddy Corbuzier.

Pasalnya, tindakan tersebut sangat bertentangan dengan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan akal sehat.

Wawancara itu dilakukan di sebuah rumah sakit tempat Siti Fadilah dirawat. Ia masih berstatus sebagai narapidana dalam kasus suap.

“Sudah benar mengeluarkan Siti Fadilah dari Pondok Bambu yang berisikan 50 orang lebih positif corona. Kok malah sekarang dibalikin lagi ke dalam? Kemenkumham apa tidak paham ini keadaan darurat? Mengembalikan ke Pondok Bambu itu upaya pembunuhan pakai corona terhadap Siti Fadilah,” tegasnya sebagaimana dikutip dari Rmol.id (25/5).

Baca Juga:  Bantah Luhut Ada Kajian PPKM Level 3 Saat Nataru, Siti Fadilah: Tidak Ada yang Meneliti

Arief Poyuono mengingatkan sudah menjadi pengetahuan publik bahwa kondisi penjara yang terisolasi dengan 50 orang positif didalamnya, Siti Fadilah sangat rentan terpapar Corona.

“Usianya sudah diatas 70 tahun. Penyakitnya asthma, outoimmune dan berbagai penyakit lainnya, dikurung di dalam penjara dan tidak bisa diakses. Mengembalikan Siti Fadilah Supari ke Pondok Bambu itu tindakan sengaja. Kalau terjadi sesuatu siapa yang tanggung jawab?” sergahnya.

Baca Juga:  Ngaku Kecolongan soal Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah, Ditjen Pas: Petugas Dilarang Masuk Oleh Keluarga

Arief poyuono menilai tidak ada yang salah dengan silahturahmi yang dilakukan Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah. Walaupun diunggah ke dalam akun youtube dan telah ditonton 3 juta lebih pemirsa.

“Isinya sesuai dengan garis pemerintahan Jokowi dan pelajaran tentang bagaimana menghadapi wabah Flu Burung yang bisa digunakan saat ini. Seharusnya pemerintah memetik pelajaran dari pengalaman Siti Fadilah untuk mengatasi corona saat ini,” urainya.

Bahkan menurutnya, pernyataaan Dirjen PAS Kemenkumham yang mengatakan wawacancara tersebut tidak mengantongi ijin, menurut Arief Poyuono itu terlalu mengada-ada.

Iapun menegaskan, pernyataan tersebut justru mencoreng pemerintahan Jokowi yang sedang sibuk menghadapi corona.

“Jangan lebailah. Bikin malu aja. Sebelumnya juga sudah berkali-kali wawancara dilakukan wartawan saat Siti Fadilah di dalam penjara. Semua media massa memuat pernyataan bu Siti yang isinya bagaimana mengatasi Corona,” terangnya.[Brz]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan