Soroti “Kelakuan” Ahok, Komisi VI: Tidak Etis, Harusnya Dia Maksimalkan Fungsi Komut

Ahok
Presiden Joko Widodo dan Komut Pertamina, Ahok/RMOL

IDTODAY.CO – Tindakan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang membocorkan kebobrokan Pertamina ke publik dinilai sebagai sesuatu yang tidak etis.

Menurutnya, semestinya Ahok terlebih dahulu melakukan koreksi terhadap internal perusahaan sebelum membocorkan kebobrokan tersebut kepada publik.

Bacaan Lainnya

Penilaian tersebut disampaikan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Subardi dalam diskusi daring dengan tema “Salahkah Ahok Kembali Menohok”, Minggu (20/9).

“Apakah sudah ada teguran dari komisaris ke direksi. Nah, apakah itu sudah dilakukan. Ketika di dalam belum terkonsolidasi, tetapi sudah mencuat ke luar, bukan masalah benar atau salah, cuma tidak etis,” kata Subardi sebagaimana dikutip dari Jpnn.com.

Subardi menerangkan, mestinya saat terdapat masalah, komisaris bisa mengusulkan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pasalnya, komisaris pada dasarnya memiliki fungsi pengawasan yang besar terhadap perusahaan. 

“Kalau direksi atau eksekutif melakukan penyimpangan, komisaris punya hak dan wewenang melakukan RUPS. Tidak hanya rapat,” ucap dia.

Secara tegas, Subardi hanya mempersoalkan mekanisme penyampaian ke publik atas kebobrokan Pertamina.

“Seharusnya internal dahulu. Mengoptimalkan fungsi yang dia miliki, kewenangan yang dimiliki. Kontennya bagus. Coba itu dirapatkan sesama komisaris,” beber dia.[brz/nu]

Pos terkait