Tentang Penerapan New Normal, Ini Kata Pakar Epidemiologi

Tentang Penerapan New Normal, Ini Kata Pakar Epidemiologi
Dosen epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR), Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si. Ph.D. (Foto: Istimewa)

IDTODAY.CO – Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani mengatakan kebijakan new normal sudah seharusnya mulai disiapkan.

“Ya itu memang harus dilakukan, kebijakan untuk new normal itu memang sudah seharusnya mulai disusun,” ujarny, Selasa (26/5). Sebagaimana dikutip dari detik.com (27/05/2020).

Akan tetapi, dalam menerapkan aturan new new normal ini, menurut Laura, harus berhati-hati. Menurut Laura, new normal ini dapat dilakukan bila kondisi COVID-19 konsisten menurun atau stabil.

Baca Juga:  Petinggi Partai Gerindra dan Golkar Bertemu, Apa yang Dibahas?

“Tapi kapan diberlakukannya itu harus hati-hati. Jadi kalau pada saat sekarang kan Indonesia masih terus naik statusnya, jadi mungkin ya menunggu lah sampai kasusnya stabil atau konsisten menurun. Baru bisa berlakukan apa yang disebut new normal,” kata Laura.

Penerapan new normal tidak dapat dilakukan secara langsung, melainkan harus dilakukan secara bertahap dan dilakukan pengawasan.

“Penerapannya memang harus berangsur-angsur tidak bisa 100 persen kemudian beraktivitas, seperti itu tidak bisa. Jadi harus hati-hati, di kontrol, di monitoring, ketika nanti dibebaskan suatu aktivitas tertentu kemudian dilihat apakah ada penambahan kasus atau tidak,” tuturnya.

Baca Juga:  Ambil Alih TMII dari Keluarga Soeharto, PDIP Beri Selamat ke Jokowi

“Soal inikan belum ada obat atau vaksin, jadi dengan kembali beraktivitas di luar rumah, itu kan juga akan memicu munculnya penyebaran baru,” sambungnya.

Sehingga, lanjut Laura, dengan diterapkannya aturan new normal diharapkan tidak terjadi penambahan kasus baru.

“Jadi harapannya dengan adanya tatanan baru atau kehidupan new normal, itu tidak menimbulkan suatu kasus baru atau kelonjakkan kasus kembali. Karena memangkan virusnya belum bersih 100 persen,” kata Laura.[Aks]

Baca Juga:  Fahri Hamzah: Pak Jokowi, Pak Prabowo Yuk Cari Musuh Bersama Yuk...!!