Terinfeksi Virus Corona, Satu Tenaga Medis Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto
Jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Foto: Rmol.id

IDTODAY.CO – Achmad Yurianto Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona, memberi konfirmasi tentang meninggalnya satu orang petugas medis.

Achmad Yurianto  menyampaikan hal itu pada saat ditanya wartawan sela jumpa pers Satgas Percepatan Penangan Corona Virus Disease 19 (Covid-19), di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (14/3).

 “Ada (yang meninggal), yang kemarin,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini. Sebagaimana di kutip dari RMOL.ID (14/03/2020). Memang sebelumnya beredar kabar satu orang tenaga medis meninggal dunia karena di duduga terjangkit virus corona.

Ia mengalami gangguan pernapasan setelah merawat pasien dalam pengawasan (PDP), dan langsung dirawat diruang isolasi salah satu rumah sakit pemerintah tersebut. Beberapa lama kemudian, kondisinya tidak membaik, lalu kemudian pasien ini dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, pada Rabu (11/3) sore lalu.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Tetap Ingin Cover Biaya Pasien Corona, Tapi Terkendala Regulasi

Mohammad Syahril Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, menyampaikan bahwa pasien yang dirujuk itu  adalah perempuan umur 37 tahun, Warga Negara Indonesia (WNI).

Mohammad Syahril juga menjelaskan bahwa saat dirujuk, pasien ini dalam kondisi yang terbilang parah, karena terdapat peradangan di paru-parunya.   “Jadi pasien itu dikirim dari salah satu RS pemerintah dalam kondisi memang disebut namanya ARDS, Pneumonia berat, akut respirasi sindrom, gitu namanya,” ucap Mohammad Syahril dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, Kamis (12/3).

 “(Pasien ini) memakai ventilator, tadi malam masuk dan sudah kita lakukan terapi maksimal ternyata tidak tertolong pagi hari ini,” sambungnya. Akan tetapi Mohammad Syahril pada hari itu, belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif terjangkit corona atau tidak. Barulah pada Jumat (13/3) kemarin, , Achmad Yurianto Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona mengatakan, pasien itu positif corona bersama satu orang lainnya yang juga meninggal di RSPI Sulianti Saroso. Mereka adalah pasien dengan nomor kasus 35, perempuan 57 tahun. Serta pasien dengan nomor kasus 36, WNI perempuan berusia 37 tahun.

Baca Juga:  Minta Pemerintah Tanamkan Optimisme Pada Masyarakat, Fraksi PAN: Hanya Bersama Mereka Bisa Lawan Corona

Sumber: Rmol.id
Editor: Ahmad Kamali

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.