Bagi Generasi Z dan Y, Airlangga-Risma-SMI Menteri Paling Bermanfaat

Bagi Generasi Z dan Y, Airlangga-Risma-SMI Menteri Paling Bermanfaat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati/Net

IDTODAY.CO – Hanya ada tiga menteri kabinet Jokowi-Maruf yang dianggap oleh generasi Z dan Y kinerjanya bermanfaat dan berpengaruh membantu kehidupan masyarakat saat pandemi Covid-19.

Hal itu merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Masyarakat Mileneal (LPMM) yang dilakukan pada 29 September-15 Oktober 2021 dengan melibatkan 2.140 responden yang berusia 17-25 tahun.

Chief Executive LPMM, Andrian Indra mengatakan, tokoh-tokoh yang terjaring sebagai bakal capres muncul sebanyak 14 orang. Akan tetapi, khusus menteri kabinet Jokowi-Maruf saat ini, hanya ada tiga yang mayoritas menilai kinerjanya bermanfaat dan berpengaruh.

Baca Juga:  Minta Lingkaran Istana Tak Dramatisir soal Reshuffle Kabinet, PPP Tegaskan Hanya Jokowi yang Tahu

Ketiga menteri tersebut adalah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati; dan Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

“Sebanyak 80,8 persen dari 2.140 responden yang menggambarkan masyarakat Indonesia menyatakan kebijakan, kerja keras, dan sepak terjang Airlangga dalam menjalankan tugas dari presiden sangat bermanfaat dan membantu kehidupan masyarakat,” ujar Andrian dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/10).

Dari kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hanya 19,7 persen yang menyatakan tidak bermanfaat dan 19,2 persen tidak merasakan manfaatnya.

Baca Juga:  Ahmad Muzani: Gerindra Bukan Partai Musiman!

Selanjutnya untuk Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, sebanyak 78,6 persen responden menyatakan kebijakannya dirasakan dan hanya 21,4 persen yang menyatakan tidak bermanfaat dan berpengaruh.

Kemudian Tri Rismaharini selaku Menteri Sosial, sebanyak 47,1 persen responden generasi Z dan Y menyatakan bahwa kebijakan dan kerja-kerja Risma bermanfaat dan memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat dan 42,9 persen menyatakan tidak bermanfaat dan mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  22 Tahun Tak Lunasi Utang, Mahfud MD: Gak Ada Nego-nego!

Survei ini dilakukan pada 29 September hingga 15 Oktober 2021. Teknik penetapan sampel dilakukan adalah probability sampling dengan cara multistage random samplingdengan jumlah responden 2.140 orang berusia (17 hingga 25 tahun).

Responden adalah Generasi Z (lahir pada tahun 1997 hingga 2012) dan Generasi milenial (lahir pada tahun 1981 hingga 1996) yang berjumlah total 142 juta penduduk.

Sementara margin of error dalam survei ini sebesar kurang lebih 2,3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: rmol.id