Bahasa Satir Demokrat Ke Moeldoko Memunculkan Nama Ngabalin Hingga Fahri

  • Whatsapp
Moeldoko
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko/RMOL

IDTODAY.CO – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko diminta mundur dari jabatannya, setelah diketahui terlibat di dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno memandang, desakan agar Moeldoko mundur sebagai Kepala KSP sudah digaungkan sejak awal kisruh Partai Demokrat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Maju Pilbup Demak Lewat Gerindra dan NasDem, PDIP Pecat Mugiyono

“Dari awal sejak ada isu kudeta Demokrat, kubu AHY memang meminta dan mendesak presiden untuk memecat Moeldoko,” ujar Adi Prayitno saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/3).

Kemudian, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini melihat desakan untuk Moeldoko mundur dari jabatannya di pemerintahan semakin kuat setelah kegiatan yang dikalim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat dilaksanan di Deliserdang, Sumatera Utara dan berlanjut pada penolakan dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mengesahkan struktur kubu ini.

Baca Juga:  Tegas, LP Maarif NU Kembali Gabung POP Kemendikbud Bila Syaratnya Dipenuhi

“Setelah tidak dapat SK Menkumham makin jadilah desakan dan ledekan itu (agar Moeldoko mundur),” paparnya.

Karena itu, Adi Prayitno menilai perkembangan terbaru sekarang ini yang di mana Partai Demokrat mulai mewacanakan pergantian Kepala KSP dengan menyebutkan dua nama tokoh politik adalah babak lanjut dari desakan tersebut.

“Jadi bagi Demokrat tidak ada alasan lagi bagi Moeldoko untuk bertahan, di desak terus supaya mundur. Karena enggak mundur, terus-terusan tuh di ledek, dinyinyirin bahwa KSP sekarang layak lah diganti sama Fahri atau Ngabalin,” ucapnya.

Baca Juga:  Sandi Bicara Soal Peluang Dirinya Maju di Pilpres 2024: Menjadi Apapun ke Depan Yang Terpenting Kontribusi Untuk Mensyarat

“Itu bahasa satir sebenarnya, ngeledek, bahkan cendrung nyinyir suapaya Moeldoko harus mundur,” demikian Adi Prayitno.

Baca Juga: Tito Karnavian: Yang Dilakukan Lukas Enembe Salah Dan Memalukan

Sumber: rmol.id

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.