Didepak FPI 2019 Lalu, Terduga Bos Ter*ris Husein Hasni Malah Dendam ke Polisi, Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Didepak FPI 2019 Lalu, Terduga Bos Ter*ris Husein Hasni Malah Dendam ke Polisi, Ini Sebabnya
empat teroris yang mengaku anggota FPI. (pojoksatu.id)

IDTODAY.CO – Terduga bos teroris Husein Hasni (HH) ditangkap Densus 88 Antiteror di Condet, Jaktim. Perannya cukup penting didasari dendam ke polisi akibat tewasnya 6 laskar FPI.

Total ada 6 teroris kelompok Husein Hasni yang ditangkap Densus 88 di Jakarta dan sekitarnya akhir Maret lalu.

Husein Hasni ditangkap Densus 88 di Condet, Jakarta Timur, sehari setelah bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar.

Husein Hasni dalam kelompok ini memiliki peran penting. Dia mendanai dan memfasilitasi pembuatan 5 bom aktif dan bahan baku bom lainnya.

Bom-bom botol jenis TATP ini sudah disita Densus 88 saat penangkapan.

Dari hasil pemeriksaan pria kelahiran 1964 itu, Husein pertama kali tergerak untuk membuat bom dan melakukan aksi setelah peristiwa tewasnya 6 laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab di Tol Cikampek.

Baca Juga:  Golkar Kritik Alasan Anies Klaim Reklamasi Ancol Lindungi dari Banjir: Omong Kosong!

Sehari setelah kejadian, dia ke Petamburan untuk memberi dukungan kepada FPI, organisasi yang sudah dia ikuti sejak 2010.

Husein Hasni sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Jihad FPI Jakarta Timur pada 2016.

Sayangnya, perseteruan dengan Ketua FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas membuatnya didepak dari posisi itu pada 2019.

Sasaran bom yang mereka rencanakan tidak tanggung-tanggung yaitu usaha atau industri milik orang China dan juga polisi.

“Perencanaan sasaran toko usaha orang China (Industri China) dan mobil patroli polisi,” kata Husein Hasni saat diperiksa polisi.

Husein mengatakan, biaya pembuatan bom itu dipakai dari infak kajian majelis sebesar Rp 150 ribu.

Baca Juga:  Selama 2 Jam, Sandiaga Uno Dengan Mendag Bertemu, Apa Yang Dibahas?

“Saya nyumbang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu untuk pembelian bahan peledak,” ucap dia.

Husien Hasni dan Zulaimi Agus juga diketahui sempat hadir di Sidang Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Keduanya diduga tengah melakukan survei atau pengamatan situasi sebelum merealisasikan rencana teror mereka.

Sayangnya, upaya itu gagal. Polisi keburu mencium gerakan Husein dan kawan-kawan.

Densus 88 menangkap Husein di Condet, Senin (29/3).

Bersamaan dengan itu, Zulaimi juga ditangkap di rumah dan bengkelnya di Cibarusah, Bekasi. Kedua tempat itu merupakan tempat Husein cs membuat bom.

Sebelumnya, 4 terduga teroris yang ditangkap polisi membuat pengakuan dalam sebuah video yang menyebar di media sosial. Isinya rencana teror dan balas dendam.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto: Pandemi Covid-19 Dorong Transformasi Ekonomi

Dalam video yang menyebar di kalangan wartawan, 4 terduga teroris yang membuat pengakuan itu antara lain Ahmad Junaidi, Bambang Setiono, Zulaimi Agus dan Wiloso Jati.

Tak jelas kapan video pengakuan terduga teroris ini direkam, dan dimana lokasi direkam.

Yang jelas, keempat terduga teroris ini saat ini sudah ditangkap dan diamankan Tim Densus 88 Antiteror.

Paska bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Tim Densus 88 Antiteror menangkap sejumlah terduga teroris di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: 10 Kelompok Pemberontak Bersatu, Kompak Tolak Kudeta Junta Myanmar

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait