Din Syamsuddin: Kepemimpinan Harus Berbasis Pancasila Dan Spiritualitas

  • Whatsapp
Din Syamsuddin: Kepemimpinan Harus Berbasis Pancasila Dan Spiritualitas
Din Syamsuddin saat jadi narasumber di Indonesia Leaders talks/RMOL

IDTODAY.CO – Aspek spritual sangat melekat dalam Pancasila. Dalam sila keempat, spiritualitas harusnya diejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama oleh pemimpin.

Begitu disampaikan Prof Din Syamsuddin saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Indonesia Leaders Talk ke-35 bertajuk “Spiritualitas dan Pembangunan Bangsa” pada Jumat (9/4).

“Isyarat Pancasila, sila keempat ‘kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pemahaman sederhana secara common sense, Indonesia ini meniscayakan sebagai imperative dari sila keempat tadi itu, sebuah corak kepemimpinan, yang bisa disebut kepemimpinan Hikmah karena (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan),” ujar Din Syamsuddin.

“Saya kira Indonesia, baik sebagai imperative dari sila keempat apalagi ada Ketuhanan YME, maka haruslah berorientasi, berbasis dan bertumpu pada aspek spiritualitas,” sambungnya.

Baca Juga:  Soal Rencana PA 212 Dkk Akan Gelar Demo Tolak Omnibus Law Besok, PDIP: Mohon Dipikirkan Banyak Mana Manfaat Apa Mudharatnya

Din mengatakan, jika mengacu Pancasila terutama sila keempat tadi maka siapapun yang menjadi pemimpin perlu memiliki wawasan hikmah kebijaksanaan.

Bahkan, kata mantan Ketum PP Muhammadiyah ini, jika agak sedikit ekstrem, tidak salah untuk disimpulkan bahwa yang baik dan bagus memimpin Indonesia ini adalah yang memiliki Hikmah kebijaksanaan.

“Hikmah dari bahasa Arab dan di bahasa Indonesia juga hikmah, adalah orang yang cerdas, berspiritualitas tinggi, berintegritas tinggi, mumpuni, dan beristiqomah, yang disimpulkan bukan memiliki ‘kedunguan’ (istilah Rocky Gerung), orang-orang dungu itu lawan dari kepemimpinan hikmah,” tuturnya.

Kata Din Syamsuddin, pemimpin yang tidak berkepemimpinan Hikmah justru tidak Pancasilais.

“Ini silogisme sederhana ya,” cetusnya.

Baca Juga:  Sebut Jokowi Sedang Hibur Diri, Pakar UNJ: Kasihan Rakyat Terlalu Banyak Berharap

Gurubesar UIN Ciputat ini lantas mengutip hadist Rasulullah Saw yang menyoal kepemimpinan.

“Kullukum ro’in wa kullukum mas uulun ‘an ro’iyyatihi,. Artinya setiap kamu adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya.

“Tanggungjawab, tidak hanya sekadar tanggungjawab duniawi materiil, tapi tanggungjawab spiritual. Karena dia akan dinta tanggungjawab di akhirat nanti itu, tanggungjawab yang bersifat kemaslahatan,” kata Din Syamsuddin.

“Jadi bukan hanya kemaslahatan diri sendiri, apalagi orang per orang, kelompok tertentu, tapi kemaslahatan bersama,” imbuhnya.

“Saya memahami, tanpa bermaksud mengidealisasi, apalagi mendramatisasi, sila keempat Pancasila dalam sekali (maknanya),” kata Din Syamsuddin lagi.

Selain Mardani, turut hadir menjadi Narasumber dalam diskusi tersebut yakni Pengamat Politik dari UI Rocky Gerung, dan Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) Prof. Din Syamsuddin.

Baca Juga:  Proyek Ibukota Baru, Stafsus Sri Mulyani: Indonesia Dilirik Investor Tanpa Perlu Menggadaikan Kedaulatan

Baca Juga: Ingatkan Jokowi Dan Risma Terkait Bencana NTT, PKS: Fokus Kinerja Bukan Pencitraan

Sumber: rmol.id

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.