Eks Sekretaris Soeharto Sebut PKI dapat Angin Segar & Ingin Bangkit Lagi di Era Jokowi

Dewan Pakar ICMI: Maunya Rezim Ini Apa?
Anton Tabah Digdoyo, Foto: Rmold.id

IDTODAY.CO – Eks Sekretaris Pribadi Presiden Soeharto Anton Tabah Digdoyo mengatakan bahwa ada indikasi Partai Komunis Indonesia (PKI) terlihat mulai kembali menunjukkan geliat kebangkitan.

Hal tersebut diperkuat atas dasar fakta hilangnya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 dalam pembahasan RUU Halauan Ideologi Pancasila (HIP).

“Era Jokowi, mereka dapat angin segar. PKI ingin bangkit lagi,” kata Anton Tabah Sebagaimana dikutip dari Suaranasional.com (18/5/2020).

Baca Juga:  KH Ma'ruf Amin: Pesantren Harus Lahirkan Agen Perbaikan Sesuai Tantangan dan Zamannya

Selain itu, Anton menjelaskan hasil kajian ormas nasionalis religius,  hubungan erat antara Cina dan Indonesia menjadi salah satu faktor potensial bangkitnya kembali partai yang diharapkan hidup di Bumi Pertiwi itu.

“Negara komunis terbesar di dunia. Padahal dilarang konstitusi untuk kerja sama dengan siapa pun yang berideologi komunis,” tegas Anton.

Anton menegaskan, paham komunis sangat bertentangan dengan kehidupan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius.

Baca Juga:  Mardani: Kalau Mau Ajak Publik Bahagia, Bukan Dengan Terbitkan UU Cipta Kerja

“Dari sejarah bangsa Indonesia, bangsa religius menjunjung tinggi agamanya karena itu ideologi atheis komunis sekuler pluralisme liberalis (Sepilis) sangat tidak cocok di Indonesia. Ini teruji sejarah,” urai Anton Tabah.

Hal itulah yang mendasari keluarnya

Menurutnya, TAP MPRS XXV/1966 Jo UU 27/1999 Jo KUHP Pasal 107a sampai dengan 107f didasarkan pada fakta tersebut.

Akan tetapi, pembahasan RUU HIP seakan melupakan Ketetapan tersebut.

Baca Juga:  Bhima Yudhistira: Penyebab Resesi Adalah Pemerintah Sendiri

“Karena PKI berkali-kali menjegal, menusuk dari belakang saat bangsa ini fokus bangun negaranya,” tandas Anton Tabah.[brz]