Haedar Nashir: Selamatkan Anak Indonesia dari Kebiasaan Merokok

  • Bagikan
Haedar Nashir
Prof Dr Haedar Nashir. (Foto: fajar.co.id)

IDTODAY.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mendukung Gerakan pengendalian tembakau. Menurutnya indeks Pembangunan Manusia Indonesia masih berada pada urutan nomor 7 di ASEAN padahal SDM Indonesia secara potensial sangat luar biasa.

Banyak anak yang berprestasi dan memiliki potensi untuk bisa menjadi generasi unggul dan berkuaIitas di masa yang akan datang.

“Kita harus menyelamatkan anak-anak Indonesia salah satunya dari kebiasaan merokok yang masih berkembang di tanah air kita,” kata Haedar Nashir dalam keterangannya, Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga:  Mahfud MD: Demokrasi Harus Beriringan Dengan Hukum

Lebih lanjut, Haedar menyampaikan bahwa semangat pengendalian tembakau untuk melindungi anak dan generasi harus terus digalakkan.

Dia berpesan bahwa Gerakan ini harus dilakukan secara sistematis, terus menerus dan berkelanjutan dengan menggunakan pendekatan yang rasional, objektif dan pendekatan dakwah.

“Pengendalian tembakau adalah langkah yang mulia untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menyampaikan, penggunaan tembakau merupakan ancaman serius bagi program pembangunan manusia dan ancaman bagi program pembangunan Indonesia secara umum.

Baca Juga:  Efektifkan Kebijakan Larangan Mudik, Gus Nabil Usulkan Skema Sanksi

Dijelaskan bahwa upaya pengendalian tembakau perlu terus diperketat dan merupakan salah satu strategi yang menjadi mandat agenda pembangunan manusia yang digariskan dalam RPJMN untuk menurunkan prevalensi perokok pemula dari 9.1% menjadi 8.7% pada tahun 2024.

Pemerintah saat ini tengah dalam proses untuk merevisi peraturan pemerintah no 109 terkait pengamanan zat adiktif dalam bentuk rokok.

Prof. Muhadjir meminta Muhammadiyah untuk memberikan masukan terkait substansi revisi PP 109 tersebut dan beliau juga menyampaikan sudah mendorong kementerian Kesehatan untuk dapat menyelesaikan proses revisi PP di tahun ini.

Baca Juga:  Laporan Rijal Kobar Terhadap Rieke Dan Hasto Hanya Digolongkan Aduan Masyarakat

Baca Juga: Pejabat Pelni Dicopot Gara-gara Kajian Ramadhan, Fadli Zon: Ini Akibat BUMN Diisi Relawan Pilpres

Sumber: rmol.id

  • Bagikan