Ini Penyebab Risma Ngamuk Lagi, “Seolah-olah Kami Gak Bisa Kerja”

  • Bagikan
Ini Penyebab Risma Ngamuk Lagi, “Seolah-olah Kami Gak Bisa Kerja”
Mensos Risma ngamuk lagi gara-gara penyaluran bansos di Jember telat/pojoksatu.id

IDTODAY.CO – Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma ngamuk lagi. Ia marah mendengarkan hasil laporan penyaluran bantuan sosial (bansos) di Hotel Aston Jember, Jawa Timur.

Risma tak bisa menahan emosinya saat mengetehaui bahwa ada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jember belum melakukan transaksi pencairan program bantuan sembako.

Menurut Risma, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah berusaha keras agar pada awal bulan bantuan sosial sudah ditransfer.

Baca Juga:  Cemas Indonesia Kecanduan Impor Pangan, Hari Ini Zulhas Sampaikan Pidato Politik

Risma heran masih ada ribuan KPM yang belum melakukan transaksi gara-gara kendala teknis.

“Seolah-olah kami yang gak bisa kerja. Ngerti gak?,” kata Risma dengan nada tinggi.

Risma Butuh Hiburan

Sikap emosional yang ditunjukan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma dinilai masyarakat terlalu berlebihan.

Mantan Walikota Surabaya tersebut pun diminta lebih tenang dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi tanpa menonjolkan amarah.

Baca Juga:  Iriana Sulit Dapatkan PDIP, Masih Ada Puan Dan Ganjar

Menurut anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, Risma perlu banyak hiburan agar lebih santai dalam menghadapi segala permasalahan dalam distribusi bantuan sosial kepada masyarakat.

“Menteri Sosial Risma butuh hiburan agar lebih relaks dalam mengelola dana bantuan sosial,” ujar Nasir, dilansir RMOL, Senin (30/8).

Legislator dari fraksi PKS ini menambahkan, Risma tidak perlu mengamuk atau marah-marah kepada petugas yang bekerja di lapangan.

Baca Juga:  Soal Demo UU Cipta Kerja, PKB Takut Buruh yang Jadi Korban Penularan Covid-19

Seharusnya sebagai menteri, Risma lebih banyak mendengarkan duduk permasalahan bukan malah marah-marah.

“Enggak perlu marah-marah menyikapi terlambatnya distribusi sembako kepada warga yang membutuhkan. Sebab marah-marah menunjukkan bukan kelas menteri,” ucapnya.

Disinggung mengenai gaya marah-marah Risma adalah pencitraan semata, Nasir Djamil mengatakan, sikap tersebut memang tampak seperti peduli terhadap rakyat kecil.

Namun hal itu tidak dibutuhkan di tengah situasi serbasulit akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Baca Juga:  Moeldoko: Soal Penanganan Covid-19, Amerika Sangat Jauh Dibawah Indonesia

“Jadi yang dibutuhkan rakyat itu bukan marah-marah, tapi arahan yang jelas dan terukur,” tandas Nasir Djamil.

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan