Keras! Nicho Silalahi ke Jokowi: Sudah Cukup Kau Berikan Dusta, Lebih Baik Kami Ganti Pemimpin

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo/ IG @jokowi

IDTODAY.CO – Pegiat media sosial, Nicho Silalahi melontarkan sindiran pedas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurutnya kerap berbohong.

Nicho Silalahi mengatakan bahwa sudah cukup Jokowi terus memberikan dusta dan Indonesia lebih baik ganti pemimpin.

“Kami tak pernah nyuruh kau utang, tapi kau malah ngibuli kami,” katanya melalui akun Twitter @Nicho_Silalahi.

“Sudah cukup kau berikan dusta,lebih baik kami ganti pemimpin. Ia gak sih?” sambung Nicho Silalahi.

Dilansir dari Kontan, utang pemerintah Indonesia di bawah kendali Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin semakin menggunung.

Baca Juga:  Rocky Gerung: Presidential Threshold Sama Dengan Pembatasan Demokrasi

Berdasarkan publikasi di APBN KiTa pada September 2021, jumlah utang Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin per akhir Agustus 2021 adalah sebesar Rp 6.625,43 triliun.

Jumlah utang Indonesia tersebut meningkat sebesar Rp55,27 triliun dari utang pada Juli 2021.

Posisi utang pemerintah Indonesia per Agustus 2021 itu menunjukkan bahwa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir bulan laporan adalah sebesar 40,85%.

Sebagai catatan, kenaikan utang Indonesia terutama disebabkan adanya kenaikan utang dari Surat Berharga Negara Domestik sebesar Rp80,1 triliun.

Baca Juga:  Wasekjen MUI Usul Presiden Jokowi Bentuk Jabatan Baru: Menteri Pelurusan Omongan

Sementara, utang Surat Berharga Negara dalam valuta asing mengalami penurunan sebesar Rp15,42 triliun.

Hal yang sama terjadi juga untuk Pinjaman dimana terjadi penurunan sebesar Rp9,41 triliun.

Selain itu, pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19 hingga saat ini masih berlangsung.

Untuk tetap menjaga pengelolaan utang yang hati-hati, terukur, dan fleksibel di masa pandemi ini, langkah-langkah pengelolaan utang telah dilakukan Pemerintah.

Di antaranya, yaitu dengan menjaga komposisi utang Indonesia dari SBN domestik lebih besar daripada utang dalam bentuk valuta asing

Baca Juga:  SBY: Saya Miris Mendengar Prediksi Pandemi Masih Akan Berlangsung Hingga 2022

Sebagaimana diketahui, masalah utang di Pemerintahan Jokowi ini memamg kerap dikritik berbagai pihak.

Akan tetapi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebelumnya menyebutkan bahwa meski utang Indonesia terus meningkat, keadaannya masih terkendali.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa tidak hanya Indonesia yang mengalami peningkatan utang.

Di tengah pandemi Covid-19, hampir semua negara, terutama negara berkembang mengalami peningkatan utang akibat adanya peningkatan belanja terutama untuk sektor kesehatan seperti penyediaan vaksin, infrastruktur kesehatan, dan lain-lain.

Sumber: terkini.id