Kubu Moeldoko Ingin AHY Jadi Cagub DKI, Usai Kalah di Kemenkumham

  • Whatsapp
Kubu Moeldoko Ingin AHY Jadi Cagub DKI, Usai Kalah di Kemenkumham
AHY dan Moeldoko (Foto: fajar.co.id)

IDTODAY.CO – Partai Demokrat kubu Moeldoko ingin mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon Gubernur DKI Jakarta bersaing dengan petahanan Anies Baswedan. Kelompok yang baru saja kalah di kemenkumham itu beralasan karena kasihan AHY terhenti karier militernya hanya sebagai Mayor.

“Kami melihat, AHY sangat serius untuk melanjutkan karirnya yang terhenti tiba tiba di militer,” ujar Rahmad kepada wartawan, Senin (5/4).

Karena sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat ingin anaknya AHY bisa melanjutkan kariernya. Maka menurut Rahmad, dengan pertimbangan yang cukup matang kubu Moeldoko ingin AHY menjadi calon kepala daerah di ibu kota.

“Pak Moeldoko siap menyalurkan kembali hasrat AHY dan SBY itu untuk maju kali kedua sebagai calon Gubernur DKI,” katanya.

Baca Juga:  Bamsoet: Paslon Pilkada Harus Penuhi Tiga Kewajiban Pelaporan Dana kampanye

Rahmad juga menuturkan, pengusungan AHY sebagai calon Gubernur DKI Jakarta ini juga untuk melihat elektabilitas dari AHY. Sehingga nantinya bisa melawan petahanan Anies Baswedan.

“Tentu perlu diuji apakah tingkat populeritas dan elektabilitas AHY apakah sudah bisa mengalahkan Anies Baswedan,” ungkapnya.

Diketahui, tahun 2016 silam , AHY didaulat oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta.

Dia kala itu berpasangan dengan Sylviana Murni. Namun langkahnya terhenti lantaran kalah oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Razman Nasution Mundur, Darmizal Mengaku Lega, “Tim Kami Lebih Kecil dan Lincah”

Baca Juga:  Beda, Survei Cyrus Network: Sadiaga Uno Kandidat Terkuat Calon Presiden Pada Pilpres 2024

Sumber: fajar.co.id

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.