Muannas Alaidid Anggap Cara Berpikir Abdullah Hehamahua Seperti Iblis

  • Whatsapp
Muannas Alaidid
Muannas Alaidid. (pojoksatu.id)

IDTODAY.CO – Pernyataan Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI, Abdullah Hehamahua yang menyebut TP3 menemui Jokowi seperti Musa menemui Firuan, mendapat reaksi dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menyebut cara berpikir Abdullah Hehamahua seperti iblis.

Politisi PSI ini membagikan tautan berita Abdullah Hehamahua berjudul “Ketemu Jokowi di Istana, Hehamahua: Kami Seperti Musa yang Datangi Firaun”.

“Ini orang cara berpikirnya sama seperti iblis, jangan ditiru,” cetus Muannas, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter miliknya, @muannas_alaidid, Rabu (14/4).

Muannas menilai ucapan Abdulla Hehamahua merupakan bentuk rasa benci kepada Presiden Jokowi.

“Kalo sudah benci yang dilihat jeleknya aja, hanya karena beda dengan kelompoknya, meski semua tahu Jokowi juga muslim,” tandasnya.

Baca Juga:  Soal Potensi Tsunami Setinggi 20 Meter di Pantai Selatan Jawa, Bamsoet Minta Pemda Banyuwangi hingga Trenggalek Waspada

Hal serupa disampaikan politisi PSI lainnya, Mohamad Guntur Romli.

Guntur Romli meminta Abdullah Hehamahua yang juga Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI tidak takabur dan sombong.

“Jangan takabur, sombong, sudah merasa seperti nabi, dengan menuding lawannya seperti Firaun. Musa alaihissalam adalah nabi dan rasul, bukan ketua partai. Politisasi agama dipake hanya untuk kepentingan partai saja ini,” cuit Guntur Romli, Rabu (14/4).

Diketahui, Abdullah Hehamahua terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi yang dideklarasikan pada 2020 lalu.

Cerita Abdullah Hehamahua Cs Temui Jokowi

Abdullah Hehamahua bersama Syamsuddin Alimsyah

Sebelumnya, mantan penasihat KPK itu menceritakan saat Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI menemui Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kecewa Penetapan Gibran Sebagai Cawalkot Solo, Rudy: Seolah-olah Tidak Ada Harga Dirinya

Ketua TP3 Laskar FPI itu mengatakan, pihaknya mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi berkanaan dengan peristiwa pembunuhan 6 laskar FPI.

Akan tetapi, surat itu baru dibalas setelah satu bulan kemudian oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

Surat itu disusul telepon dari Istana kepada Sekretaris TP3.

“Bahwa Istana siap menerima besok datang jam 9. Sepuluh orang harus tes antigen dulu,” ucapnya.

Hal itu dikatakan Abdullah Hehamahua dalam video bincang-bincang dengan Direktur Eksekutif Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah. Video berjudul “Penembakan FPI dan Habib Rizieq Balas Dendam 9 Naga Kekalahan Ahok?” itu disiarkan saluran YouTube USTADZ DEMOKRASI, Selasa (13/4/2021).

Abdulla menyebut TP3 sepakat memaknai pertemuan itu seperti pertemuan antara Nabi Musa dengan Firaun.

Baca Juga:  Minta Pemerintah Tanamkan Optimisme Pada Masyarakat, Fraksi PAN: Hanya Bersama Mereka Bisa Lawan Corona

“Kita (TP3) sepakat, kita datang sepeti Musa datang ke Firaun,” ujarnya.

Akan tetapi, dia buru-buru menjelaskan bahwa bukan berarti pihaknya menganggap bahwa Jokowi adalah Firaun.

“Tapi kita menempatkan posisi dia adalah penguasa seperti saat Firaun menjadi penguasa. Dan kami seperti Musa yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan menegakkan kebenaran,” tandas Abdullah Hehamahua.

Baca Juga: Abdullah Hehamahua Datangi Jokowi Seperti Musa ke Firaun, Ferdinand: Ternyata Pengin Seperti Yahudi toh?

Sumbe: pojoksatu.id

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.