Pengamat: Kritikan Fadli Zon Harusnya Dipandang Pemerintah sebagai Pengawasan DPR

Karim Suryadi
Pengamat Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Karim Suryadi/RMOL

IDTODAY.CO – Teguran Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada Fadli Zon dinilai tidak baik bagi pertumbuhan demokrasi di tanah air. Sebab, untuk mewujudkan pemerintahan yang kredibel butuh kritikan yang membangun.

Hal tersebut dikatakan pengamat politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Karim Suryadi, Rabu (17/11).

“Seharusnya kritik yang diajukan anggota DPR dari parpol pendukung pemerintah dipandang sebagai autokritik, bentuk pengawasan dari dalam, atau apapun namanya,” ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Baca Juga:  Pandangan BIN, Sudah Ada Kekuatan Besar yang Permudah KPK Tuntaskan Kasus Bansos

Berkaca pada pernyataan mantan Menteri Luar Negeri AS ke-65, Colin Powell, kata Karim, pemerintahan yang terganggu bad news berarti di dalamnya terdapat masalah. Hal tersebut diungkapkan Colin Powell saat bad news menerpa kementerian yang dipimpinnya.

Oleh sebab itu, lanjut Karim, pemerintah sejatinya merespons dengan tindakan, bukan menegur atau mempersoalkan mereka yang mengkritik. Apalagi, banjir yang terjadi di Sintang, Kalimantan Barat sudah terjadi 3 minggu dan luput dari perhatian pemerintah.

Baca Juga:  Saat Senyuman Yusril Dibalas Sindiran Cuci Muka oleh Demokrat

“Sintang, seperti halnya Papua atau Jakarta, adalah bagian dari Republik Indonesia yang kita cintai,” tandasnya.

Sumber: rmol.id