RR: Intelektual Yang Diam Saat Negara Sedang Tidak Baik adalah Penghianatan Tanggung Jawab

Rizal Ramli
Rizal Ramli. (Foto: Suara.com/Dian Rosmala)

IDTODAY NEWS – Begawan ekonomi senior Rizal Ramli mengatakan bahwa setiap perubahan yang terjadi di belahan dunia manapun selalu diinisiasi oleh kalangan menengah dan para kaum intelektual. Pasalnya, merekalah panutan yang ideal bagi masyarakat awam.

Pernyataan tersebut disampaikan Rizal Ramli dalam acara “Tanya Jawab Cak Ulung, yang digelar Kantor Berita Politik RMOL dengan tema “Jurus Selamat dari Resesi ala Rizal Ramli”, Jumat siang (21/8).

Bacaan Lainnya

“Tidak ada perubahanyang tidak melibatkan jau intelektual, kalau negara sedang tidak baik-baik saja tapi intelektualnya diam, itu sudah pelanggaran besar terhadap tanggung jawab pengetahuannya,” ucapnya sebagaimana dikutip dari RMOL (22/8/2020).

Lebih lanjut, Mantan Menteri Perekonomian era Presiden Gus Dur ini mengingatkan pemerintah untuk tidak menganggap enteng sikap diam rakyat Indonesia terkait situasi perekonomian yang sedang memburuk akibat wabah covid 19.

Menurutnya, masyarakat Indonesia diam karena memang sifat penyabar dan telah menjadi darah daging dan keseharian mereka.

“Emang orang Indonesia sabar-sabar. Dinjek juga bilang terima kasih,” katanya

RR kemudian mewanti-wanti pemerintah agar memperhatikan menegaskan keberpihakannya pada pemerintah. Jika tidak direspons, maka batas sabar yang dimiliki masyarakat Indonesia, akan berimbas menjadi bom waktu.

Rizal Ramli jelaskan bahwa sikap diam rakyat Indonesia yang seolah-olah setuju dengan kebijakan pemerintah dapat menjadi bom waktu di kemudian hari apabila tidak segera ada perbaikan.

Menurutnya, pemerintah harus segera beralih dari mengutamakan kepentingan pribadi pada kepentingan masyarakat. Demikian juga dengan kelompok intelektual yang cenderung menjadi pengekor dan penjilat pemerintah untuk segera menjadi bagian dari gerakan masyarakat.

“Banyak diantara mereka yang lebih suka menjilat pemerintah,” urainya.[rmol/bts/nu]

Pos terkait