Soal Jokowi ,Yusuf Muhammad: Semakin Dibenci dan Dipaksa Mundur, Karier Politiknya Justru Semakin Melejit

IDTODAY.CO – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad melontarkan pujian kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi sekaligus sindiran kepada para pembencinya.

Yusuf Muhammad menilai bahwa semakin dibenci dan bahkan diminta mundur, karier politik Jokowi justru semakin melejit.

“Jokowi semakin dibenci dan semakin dipaksa mundur oleh kumpulan ‘mahasewa afkiran’ maka karir politiknya justru semakin melejit,” katanya melalui akun Twitter @yusuf_dumdum_ pada Minggu, 31 Oktober 2021.

Baca Juga:  Suap Hilang Jika Janji Palsu Jokowi Online Sistem Terwujud Efektif!

Yusuf Muhammad mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah mencetak sejarah baru bagi Indonesia, yakni menjadi pimpinan G20.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Indonesia akan memegang Presidensi Group of 20 (G20) pada tahun 2022.

Baca Juga: Sentil Amien Rais dan Rocky Gerung, FH: Jokowi Bukannya Lengser…

Serah terima jabatan ini dari Italia kepada Indonesia akan dilakukan di Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) atau G20 Leaders’ Summit di Roma, Italia pada 30-31 Oktober 2021.

Baca Juga:  Menteri BUMN: Yang Punya Uang Harus Bayar Vaksin Corona, Kita Ketuk Hatinya

Sebagai catatan, ini merupakan kali pertama Indonesia terpilih sebagai Presidensi G20, sejak dibentuknya G20 pada tahun 1999.

Selama masa Presidensi, Indonesia berperan menentukan agenda prioritas dan memimpin rangkaian pertemuan G20.

Ada setidaknya tiga manfaat yang akan didapatkan oleh Indonesia kala ditunjuk memegang Presidensi G20 dari aspek ekonomi.

Tiga manfaat itu, yakni terbukanya peluang peningkatan konsumsi domestik yang dapat mencapai Rp1,7 triliun, penambahan PDB yang diperkirakan akan mencapai sekitar Rp7,47 triliun, dan terdapat pelibatan tenaga kerja sekitar 33.000 pekerja di berbagai sektor industri di masa mendatang.

Baca Juga:  Zulkifli Hasan Serukan Rekonsiliasi Antara Pemerintah dengan Habib Rizieq Shihab

“Tentunya ini akan mendorong confidence dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi yang mendorong kemitraan global yang saling menguntungkan,” tutur Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Selasa, 14 September 2021.

Sumber: terkini.id