19 Guru SD-SMP di Cimahi yang Positif COVID-19 Dinyatakan Sembuh

Covid-19
Ilustrasi: Kasus Covid-19 di Cimahi Terus Bertambah, 16 Orang Guru SD dan SMP Dinyatakan Positif Covid-19 Usai Swab Test Massal /Pixabay/Geralt/

IDTODAY.CO – Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono mengungkap 19 guru SD-SMP di Kota Cimahi yang positif COVID-19 telah dinyatakan sembuh.

“Betul 19 guru di Cimahi yang sebelumnya positif COVID-19 sekarang sudah sembuh. Ada tambahan dua guru positif COVID-19, tapi bukan dari swab test masif di kita. Dua guru itu meninggal dunia karena awalnya sakit,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono, Minggu (27/9). Seperti dikutip dari detik.com (27/09/2020).

Bacaan Lainnya

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi total ada 21 guru SD dan SMP yang positif COVID-19. 19 di antaranya sudah sembuh lalu ada dua orang guru meninggal dunia.

Walaupun semua guru yang sebelumnya terkonfirmasi positif sudah dinyatakan sembuh, akan tetapi tidak berarti pihaknya langsung buru-buru mempertimbangkan untuk membuka sekolah tatap muka.

Apalagi Kota Cimahi saat ini masih dalam status zona orange dengan total kasusnya mencapai 315 orang. Rinciannya, 243 orang dinyatakan sembuh, 8 orang meninggal, dan 64 orang masih terkonfirmasi positif.

“Kita masih zona orange jadi belum bisa dilakukan pembelajaran tatap muka. Belum bisa dipastikan kapan bisanya, karena masih menunggu keputusan pemerintah pusat,” katanya.

Harjono mengakui bahwa adanya sejumlah kendala dengan penerapan PJJ selama pandemi COVID-19.  Seperti proses Penilaian Tengah Semester (PTS) yang saat ini tengah berlangsung.

“Contohnya sekarang di SMP sedang pekan PTS. Kita sedang memikirkan bagaimana kendala pembagian rapot PTS dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Harjono juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengumpulkan para kepala sekolah SD dan SMP secara bertahap untuk membahas permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan ketika PJJ diterapkan.

“Selasa Mendikbud launching program pembelajaran guru melalui daring dan penyesuaian kurikulum. Kita siapkan gurunya agar lebih siap dan terprogram agar bisa melakukan pembelajaran jarak jauh,” ujarnya.[detik/aks/nu]

Pos terkait