Aliansi Umat Islam se Bandung Raya Gelar Aksi Bela Nabi Muhammad, Massa Injak Poster Presiden Macron

Aliansi Umat Islam se Bandung Raya Gelar Aksi Bela Nabi Muhammad, Massa Injak Poster Presiden Macron
Foto: Massa di Bandung injak gambar Presiden Prancis Emmanuel Macron (Wisma Putra/detikcom).

IDTODAY.CO – Aliansi Umat Islam se Bandung Raya menggelar ‘Aksi Bela Islam’ dan ‘Bela Kehormatan Nabi Muhammad’ di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat.

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WIB diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

“Aksi ini digelar untuk menyuarakan keprihatinan kita atas sikap pimpinan Prancis Emmanuel Macron,” kata salah satu Koordinator Lapangan Aliansi Umat Islam se Bandung Raya Dany Ramdhani membuka aksinya. seperti dikutip dari detik.com (02/10/2020).

Baca Juga:  Sejumlah Baliho Edukasi Cegah COVID-19 di Bali Dicoret-Dirusak, Kasatpol PP Bali: Orang Bodoh yang Bertindak Seperti itu

Saat aksi tersebut, sejumlah massa aksi perempuan menginjak-injak poster bergambar Presiden Prancis Emmanuel Macron. Poster itu diletakkan di jalan raya, lalu diinjak-injak sebagai bentuk kecaman umat Islam.

“Umat Islam di seluruh dunia mencintai perdamaian, tapi umat Islam tidak akan diam kalau dicaci dan dimaki, apalagi menghina Rasullullah, menghina Rasullullah sama juga menghina Islam,” ungkapnya.

Digelarnya aksi tersebut, kata Dani, sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad. “Ini bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah, meski kita harus berpanas-panasan, Allahuakbar,” ujar Dani diirimgi teriakan Allahuakbar masa aksi.

Baca Juga:  Penusuk Waria di Jember Merupakan WN Irak yang Berstatus Pengungsi UNHCR

Sementara itu, pimpinan masa aksi lainnya Muhammad Budiman mengatakan bahwa menginjak poster wajah Emmanuel Macron sebagai simbol menghinakan dia dan juga melecehkan.

“Ini adalah simbol, simbol bahwa apa yang dia sampaikan sangat tidak layak dan mereka menghina nabi kita dan dia pun bukan siapa-siapa. Kita menginjak, sebagai simbol menghinakan dia dan juga melecehkan,” ujarnya.[detik/aks/nu]