Dilantik Jadi Kepsek, Guru di Minahasa Utara Heran karena Sekolahnya Tidak Ada

Dilantik Jadi Kepsek, Guru di Minahasa Utara Heran karena Sekolahnya Tidak Ada
Ilustrasi (taselamedia)

IDTODAY.CO – Seorang guru di Klabat, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulut, mengaku dilantik sebagai kepala sekolah (kepsek) SD fiktif, Senin (27/9).

Kisah tersebut diunggah oleh Azam Alfairzi Wonggo (19) melalui akun Instagramnya, pada Selasa (28/9). Dalam postingan itu, Azam men-tag sejumlah tokoh, di antaranya adalah Presiden Jokowi dan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Azam mengatakan ibunya yang berinisial RDBA diminta untuk datang ke JG Center Kantor Bupati Minut pada Senin (27/9) sekitar pukul 22.00 WITA untuk menghadiri acara pelantikan. Ia diminta untuk memakai seragam lengkap beserta atribut.

Baca Juga:  Bima Ungkap Hasil Survei: 19% Warga Kota Bogor Percaya Teori Konspirasi COVID-19

RDBA tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WITA. Kemudian, ia diminta segera bersiap-siap karena pelantikan akan dimulai pada pukul 21.00 WIB.

Dalam pelantikan tersebut, satu per satu nama kepsek dipanggil beserta dengan sekolah yang akan ditempati. Hanya saja, tambah Azam, ibunya merasa asing dengan nama sekolah penempatannya.

“Ketika nama ibu saya dipanggil, diberitahukan bahwa sekolah yang akan ditempati yaitu SD Negeri Kecil Warukapas. Pada saat yang bersamaan, ibu saya heran dengan nama sekolah tersebut, karena sangat asing,” imbuhnya.

Baca Juga:  14 Desa di Pasuruan Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

Bahkan ibunya tidak mengetahui keberadaan sekolah itu sebelumnya. Karena hal itu, ia menanyakan kepada Hukum Tua Desa Warukapas. Usut punya usut, hanya ada satu SD di desa itu dengan nama SD Inpres Warukapas.

“Pada esok harinya, Selasa (28/9), ibu saya berangkat ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minut untuk mengklarifikasi kejadian ini. Saat bertemu dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, kemudian Kepala Badan [BKD] meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan dan dia mengatakan ‘tunggu saja akan ada pelantikan berikut’,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tim Intelijen Amankan Kejari Gadungan yang Tinggal di Hotel Selama 2 Bulan Tanpa Bayar

Azam mengatakan ibunya telah mengajar di SD Inpres Klabat selama 35 tahun. Ibunya berstatus sebagai guru PNS dengan pangkat IV A/Pembina.

Sementara itu, untuk SD Inpres Warukapas dengan SD Inpres Klabat bisa ditempuh kurang lebih 20 menit.

Sumber: Kumparan.com