Surabaya Siapkan Lockdown Kecamatan Akibat Kasus Corona Tak Kunjung Turun

Surabaya Siapkan Lockdown Kecamatan Akibat Kasus Corona Tak Kunjung Turun
Ilustrasi lockdown karena virus corona(Foto: Shutterstock)

IDTODAY.CO – Kini Tinggal dua hari, dari tenggat waktu dua minggu yang diberikan presiden Joko Widodo terhadap Pemprov Jawa timur dalam penanganan kasus covid 19. Target tersebut nampaknya akan sulit tercapai mengingat angka kasus Corona terutama di Surabaya raya terus merangkak naik.

Melihat situasi yang mendesak tersebut, berbagai skenario mulai dari penerapan PSBB hingga lockdown kecamatan atau kelurahan kembali disusun.

Penguncian wilayah hingga daerah kecamatan akan diterapkan di daerah Surabaya Raya. pasalnya, sudah bayar menjadi daerah penyumbang kasus terbanyak di Jawa timur dengan tren yang terus menanjak naik setiap harinya.

Baca Juga:  Pemkot Bogor Kembali Perpanjang PSBMK Hingga 27 Oktober

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi M Fadil Imran di Surabaya, Senin malam, 6 Juli 2020, mengatakan, “Itu masih wacana saja, segala sesuatunya kita lemparkan model berdasarkan data dan model pakar epidemiologi, pakar ekonomi,” katanya sebagaimana dikutip dari Viva.co.id (7/7/2020).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Sementara pimpinan daerah dari Kota Surabaya tidak hadir.

Baca Juga:  Dipolisikan Masyarakat Minang, Ade Armando: Memang Salah Saya Apa?

Rapat tersebut menghasilkan 4 poin yang akan menjadi pertimbangan untuk diterapkan. Pertama, penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat saat new normal berjalan, kedua perumusan ulang PSBB, ketiga mempertimbangkan lockdown tingkat kecamatan atau kelurahan, dan keempat merumuskan penerapan PSBB tingkat kelurahan atau kecamatan selama 14 hari penuh.

Dua hal penting yang menjadi pertimbangan dalam rapat tersebut adalah sektor kesehatan dan ekonomi sebagaimana diinstruksikan oleh presiden Jokowi ketika melakukan kunjungan ke Surabaya. “Bagaimana antara perlindungan Kesehatan dan ekonomi ini bisa berseiring,” kata Fadil.[viva/brz/nu]

Baca Juga:  Eks Ketua BEM UHO Tolak Keras Kedatangan 500 TKA di Sultra