Kisah Keislaman Neo Vokalis Letto, Sempat Jadi Atheis Karena Andalkan Logika

  • Bagikan
Kisah Keislaman Neo Vokalis Letto, Sempat Jadi Atheis Karena Andalkan Logika
Noe Letto [Youtube.com]

IDTODAY.CO – Siapa Sangka, vokalis Letto yang juga merupakan putra seorang dai kondang, Neo harus melalui jalan berliku untuk bisa menikmati berkah Hidayah Islam.

Putra Pendakwah, Cak Nun tersebut selalu mengedepankan logika ketika mempelajari Islam. Hal itulah yang membuat dirinya menjadi seorang atheis atau tidak beragama lantaran tidak pernah puas terhadap penjelasan dari kitab suci.

“Pada agama itu saya tidak bisa lari dari modal dasar yang diberikan Tuhan. Saya tuh inkuisitif, saya enggak akan makan kalau saya enggak bener-bener punya train of thoughts yang jelas di situ. Salah satu contohnya, paling ekstremnya saya pernah juga atheis dengan sadar,” ucap Noe Letto dilansir dari channel YouTube CAHAYA UNTUK INDONESIA, dikutip dari Suara.com (28/4/21).

Baca Juga:  Innalillahi, Dedi Kempot Meninggal Dunia

Vokalis bernama asli Sabrang Mowo Damar Panuluh itu juga mengartikan kalimat syahadat hanyalah sebuah kesaksian. Dari situ, Neo Letto pergi ke Kanada untuk belajar Islam bahkan tinggal di masjid.

Baca Juga: Warga Usir Ibu-ibu Viral Tuding Tetangga Kaya karena Babi Ngepet

“Saya belum beragama ini, saya cuma mengadopsi konsep beragama sehingga belum betul-betul bersaksi terhadap Tuhan. Kalau syahadat sendiri kalimatnya bukan suruh percaya sama Tuhan, bukan suruh percaya sama Kanjeng Nabi. Suruh bersaksi. Saksi itu tidak denger-denger, tidak mengakusisi,” lanjutnya.

Baca Juga:  Dihujat karena Salat Jumat di Masjid, Atalarik Syach: Saya Gak Takut Virus Corona, Lebih Takut Allah

“Saya kemudian me-reset semuanya. Saya bukan siapa-siapa, saya engak tahu apa-apa. Jadi kalau saya mau masuk Islam atau tidak, saya pun juga enggak tahu,” ungkapnya.

Neo Letto berhasil memahami ajaran Islam secara utuh berkat bantuan seorang syekh yang memberikan penjelasan secara detail tentang Islam di mesjid tersebut.

Dari situ, Neo Letto berhasil menyimpulkan bahwa akal manusia sangat terbatas untuk memahami keseluruhan agama berlandaskan logika.

Baca Juga:  Kesaksian Kriss Hatta, Pernah Mualaf Tapi Hanya Demi Perempuan

Baca Juga: Ada Pinjaman Digital BRI Hingga Rp 50 juta, Yuk Cepetan Ambil!

  • Bagikan