Memiliki Anak Rajin Memang Asik, Tapi Dampak Negatifnya Mengkhawatirkan!

  • Bagikan
Memiliki Anak Rajin Memang Asik, Tapi Dampak Negatifnya Mengkhawatirkan!
Ilustrasi belajar di rumah bersama anak( (Dok. Shutterstock)

IDTODAY.CO – Memiliki seorang anak yang rajin dan patuh merupakan impian setiap orang tua. Rasanya, mengurusi anak seperti itu tidak membutuhkan tenaga ekstra, tinggal beri kode mereka langsung mengikuti kemauan orang tua.

Akan tetapi, ternyata ada fakta unik dan menjadi “kelemahan” yang dimiliki anak-anak yang rajin. Pasalnya, sifat rajin biasanya terbentuk karena sistem pendidikan orang tua yang cenderung memberikan pressing.

Baca Juga:  Kepoin Kekayaan Sukanto yang Beli Bekas Istana Di Jerman

Baca Juga: Yuk Siap-siap, CPNS untuk Guru Madrasah Berjumlah 9.495 Formasi

Dikutip dari KlikDokter.com, Gracia Ivonika, M.Psi., seorang psikolog memberikan penjelasan terkait dampak negatif dari racing yang diberikan orang tua kepada anak untuk membuatnya menjadi seorang yang rajin.

Berikut Adalah Dampak Negatif Memiliki Anak Rajin!

1. Lelah Secara Fisik

tentu hal tersebut disebabkan banyaknya aktivitas yang harus dilakukan oleh si anak rajin. aktivitas yang cenderung monoton akan membuat mereka mengalami ke sekolahan secara fisik meskipun hal tersebut merupakan kegiatan yang positif bagi si anak.

Baca Juga:  Terkait Pasien Corona: Sakit Gak ada Yang Dampingi, Kepemakaman Gak ada Yang Anter dan Melayat

2. Lelah Secara Mental (Burnout)

“ Karena terus berfokus pada pencapaian-pencapaian yang tinggi, mentalnya akan ikut lelah. Bila pada kenyataannya potensi anak di bawah target lalu memarahinya, ia juga akan down dan lelah psikisnya,” kata Gracia, sebagaimana dikutip dari Dream.co.id (24/3).

Baca Juga: Terjadi Tawuran Massal Warga dan Leasing, Penyebabnya Tarik Paksa Mobil Kreditan

“ Tertekan dan burnout mungkin dapat dialami oleh si anak karena ia berusaha memenuhi ekspektasi lingkungan.” ucap Gracia menambahkan.

Baca Juga:  Be Yourself, Tak Semua Cita-Citamu Akan Tercapai...!!!

Menurutnya, kitab yang dilakukan dalam keadaan mengalami lelah secara mental akan memberikan hasil yang tidak maksimal dan cenderung semakin menambah kekecewaan yang tidak memiliki ujung pangkal.

3 . Sering Dimanfaatkan Orang Lain

Hal ini biasanya disebabkan kebiasaan anggota keluarga yang lebih dewasa dari si anak untuk memberikan beban tambahan kepada anak tersebut dengan suka menyuruhnya mengerjakan sesuatu. Kebiasaan tersebut mengakibatkan si anak kehilangan kepekaan dan sifat tegas.

Baca Juga:  Salut, Meski Hamil Besar, Dokter Ini Tetap Tangani Pasien Corona

hal tersebut bisa berakibat si anak tersebut dimanfaatkan teman-temannya untuk mengerjakan sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Parahnya lagi ke anak tersebut malah tidak merasa bahwa dia sedang dimanfaatkan.

4. Bila Kurang Apresiasi, Langsung Merasa Tak Berharga

anak mami rajin memiliki kecenderungan untuk memperoleh apresiasi dari orang yang mereka anggap istimewa. Bahayanya, apabila keinginan mereka dalam hal ini tidak bisa terpenuhi hal itu akan berakibat pada si anak dalam bentuk perasaan tak berharga dan menilai usaha yang dilakukan hanyalah sia-sia belaka

Baca Juga:  Kisah Pilu Warsito Mantan Ajudan Soekarno, Di Usia Senja Jadi Penjual Kopi Keliling

5. Timbul Masalah Mental

gangguan cemas dan depresi merupakan masalah puncak yang sangat mungkin dihadapi si anak rajin akibat paksaan yang selalu diterimanya. Pasalnya, ada kecenderungan anak tersebut melakukan segala hal untuk membahagiakan orang lain dan bukan memperjuangkan dirinya sendiri.

“Sehingga, pure sense of completion dan joy-nya tidak benar-benar didapatkan anak,” pungkas Gracia.

Baca Juga: Viral Penemuan Mayat Bayi Dibungkus Pakaian Dalam Lemari Mahasiswi

Baca Juga:  Bocah Kelas 3 SD Sumbangkan Tabungannya Untuk Pengadaan APD
  • Bagikan