Sempat Tak Diakui Sebagai Anak, Begini Perjuangan Panjang Si Gadis Jepang menjadi Mualaf

  • Whatsapp
Sempat Tak Diakui Sebagai Anak, Begini Perjuangan Panjang Si Gadis Jepang menjadi Mualaf
Nur Arisa Maryam mengenakan mukena. Menurutnya, wanita Muslim Jepang ketika salat umumnya tidak pernah mengenakannya. Namun Arisa sendiri sangat menyukainya, menurutnya, tradisi mengenakan mukena hanya ada di Asia Tenggara/Nur Arisa Maryam/Instagram

IDTODAY.CO – Nur Arisa Maryam, seorang gadis Jepang setelah berhasil menganut agama Islam sesuai dengan keinginan dari dalam lubuk hatinya yang paling tulus. Akan tetapi, perjuangannya untuk bisa menjadi seorang mualaf tidak bisa dikatakan semudah membalikkan telapak tangan. butuh perjuangan keras bagi dirinya untuk mempertahankan keimanan yang telah menjadi pilihan hatinya.

Pasalnya, dia mendapatkan tantangan dari sang Ibunda tercinta. Bahkan, ibundanya enggan untuk mengakuinya sebagai seorang yang telah dilahirkan dari rahimnya dan untuk beberapa waktu dia tidak mau berbicara sama sekali kepada Arisa.

Awal mula keislaman wanita berkulit mulus tersebut adalah ketika Nur Arisa Maryam bekerja paruh waktu di acara Tokyo International Book Fair sebagai penerjemah bahasa Malaysia, dua orang wanita Muslim, asli orang Jepang, datang ke stannya.

Baca Juga: Wih Keren, Pinjam Rp 5 Ribu, Wirda Mansur Balikin Rp 1 Juta

pertemuan dirinya dengan dua orang dari negara yang sama namun dengan keyakinan berbeda dengan dirinya tersebut menjadi awal kisah berseminya nilai-nilai keimanan dalam hatinya.

Nur Arisa Maryam kemudian bertanya tentang kisah mereka, bagaimana mereka bisa masuk Islam. Salah satu dari wanita itu menceritakan kisahnya kepada Arisa.

“Saya begitu tersentuh dengan kisahnya, dan saya juga merasa lega ketika tahu bahwa saya bukan hanya satu-satunya yang khawatir tentang beralih (ke agama Islam). Saya tidak dapat menghentikan air mata yang mengalir,” cerita Nur Arisa Maryam Tribunnews.com (12/3/2021).

Baca Juga:  Keris, Benda Antik untuk Investasi yang Prospektif

Melihat Nur Arisa Maryam menangis, wanita Muslim Jepang itu memeluk Arisa. Keesokan harinya, Arisa mendapatkan pesan darinya,

“Assalamualaikum Arisa. Bagaimana kabarmu? Pernahkah kamu mengucap syahadat sebelumnya? Jika kamu mengucapkan ini dengan sangat jernih dari hati, kamu bisa masuk ke Jannah, Insya Allah.” ucap salah satu wanita tersebut.

Wanita itu kemudian menjelaskan bahwa syahadat itu sangat penting. Dan jika Arisa memang percaya kepada Allah, meskipun hanya mengucapkannya kepada diri sendiri, menurutnya, pada dasarnya Nur Arisa Maryam sudah menjadi saudara Muslimnya.

Nur Arisa Maryam kemudian melafalkan dua kalimat syahadat sebagaimana diajarkan perempuan Malaysia tersebut ketika sendirian berada dalam kamarnya.

“Saya mengucapkan syahadat di dalam kamarku. Meskipun ini tidak resmi, tetapi hatiku penuh dengan kebahagiaan, sebab saya merasa Allah melihatku. Alhamdulillah,” urai Nur Arisa Maryam.

Nur Arisa Maryam yang sebelumnya beragama Shinto (agama tradisional Jepang), akhirnya membuat pengakuan kepada keluarganya, bahwa dia telah memutuskan masuk Islam, namun dia mendapat reaksi yang kurang baik.

“Ibuku kaget saat saya memberitahunya. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa putrinya menjadi Muslim tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia benar-benar khawatir bahwa orang akan melihat saya secara berbeda dan menyerang saya, dan dia juga khawatir tentang pernikahan saya, karena dia tahu bahwa kita tidak memiliki banyak Muslim di Jepang.”

Ibunda Nur Arisa Maryam merasa kalut dengan berita mendadak ini dan tidak bisa memahami dengan apa yang terjadi terhadap anaknya.

Baca Juga:  Heboh, Aktor Hollywood Bersihkan Sampah-sampah Plastik di Pantai Bali

Bahkan, Ibundanya berkata kepada Nur Arisa Maryam, bahwa dia tidak mengakuinya lagi sebagai anak, dan untuk beberapa waktu dia tidak mau berbicara sama sekali kepada Arisa.

Meski demikian, Nur Arisa Maryam tetap bersikap baik terhadap ibunya.

“Saya tahu ini adalah reaksi yang wajar, jadi saya melakukan yang terbaik untuk membuatnya menerima saya. Dan saya ingin membuatnya melihat saya menjadi orang yang lebih baik karena Islam. Jadi, saya berusaha menjaga hubungan yang baik dengan ibu saya,” urai Nur Arisa Maryam.

Baca Juga: Demi Keluarga Tercinta, Seorang Ayah Rela Joget-joget Di Jalanan Hingga Larut Malam

Lain halnya dengan teman-teman Arisa, ketika diberitahu bahwa Arisa telah masuk Islam, beberapa dari mereka malah bertanya tentang bagaimana kehidupannya setelah menjadi Muslim.

“Mereka tidak mengatakan hal-hal buruk tentang Islam di depan saya. Alhamdulillah,” tutur Nur Arisa Maryam.

Untungnya, adik perempuan Arisa tidak bersikap sama seperti bundanya. Bahkan, dia pendukung keputusan kakaknya untuk memeluk agama Islam sesuai keinginan dirinya.

“Dia memberitahuku bahwa dia bahagia untukku,” kata Arisa.

Adiknya kemudian membantu Arisa untuk meyakinkan ibunya bahwa dia masih orang yang sama dan tidak ada yang berubah.

Namun, butuh waktu sampai ibunya menerimanya sebagai seorang Muslim, dan bahkan dia menangis ketika meminta maaf kepada Arisa.

Arisa mengatakan, tidak kunjung memberitahukan kepada ibunya saat dirinya belajar agama Islam. Hal itu dikarenakan banyaknya keluarga yang tidak bisa menerima apabila salah satu anggota keluarganya pindah keyakinan.

Baca Juga:  Terkait Pasien Corona: Sakit Gak ada Yang Dampingi, Kepemakaman Gak ada Yang Anter dan Melayat

Namun di sisi lain, dia selalu berbicara secara terbuka kepada ibunya bahwa dia memiliki beberapa teman Muslim.

Akan tetapi, Arisa mengakui bahwa setelah memeluk agama Islam dirinya malah merasa putus asa Karena kekhawatiran tentang berbagai hal yang menjadi prioritas utama dalam kehidupannya. Bahkan terbersit perasaan ingin menyerah pada lingkungannya.

Dia mengkhawatirkan bagaimana nanti studinya, pekerjaannya, menikah, dan membangun rumah tangga.

“Namun sekarang saya merasa bahwa hidupku untuk Allah, dan saya mempersiapkan hidupku untuk kehidupan selanjutnya. Meskipun saya tetap memiliki beberapa kesulitan dan tantangan dalam hidup, saya tahu ini bukanlah akhir. Saya tahu bahwa setiap kesulitan adalah ujian dari Allah.” tutur Arisa dengan mantap.

ibunda Arisa menolak putrinya memeluk Islam karena terpengaruh oleh pemberitaan media yang menggambarkan Islam sebagai agama yang buruk. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dia perlahan mulai menerima keislaman Putri tercintanya tersebut.

Bahkan, kini ibundanya telah memiliki pandangan yang berbeda terhadap agama Islam. hal itu berkat Arisa yang mampu menunjukkan perubahan positif ketika sudah menjadi pemeluk agama Islam.

Saat ini, Arisa telah berhasil mengajak neneknya untuk menjadi seorang muslimah. Neneknya bersyahadat di masjid di Tokyo. Arisa saat ini tengah berjuang untuk mengajak sisa anggota keluarganya menjemput cahaya keislaman.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Melonjak Berkali Lipat, Emak-emak Keluhkan Persediaan

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.