Sebabkan Warga Pusing, Pabrik Pengolah Limbah “Diserbu” gara-gara Bau Bangkai Tikus

  • Bagikan
Sebabkan Warga Pusing, Pabrik Pengolah Limbah "Diserbu" gara-gara Bau Bangkai Tikus
Ratusan warga di Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Gunungputri menyatroni pabrik pengolahan Limbah B3 yang diduga menjadi penyebab bau tak sedap di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/3/2021) malam.(Dok Istimewa)

IDTODAY.CO – Ratusan warga dibuat murka dengan adanya bau menyengat seperti bangkai tikus dari pabrik pengelolaan limbah B3 PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Bara.

Alhasil, warga “menyerbu” lokasi pabrik, Jumat malam 19 Maret 2021.

Baca Juga: Innaa lillahi wa inna ilaihi raji’un, Ulama Besar Abad 21, Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni Wafat

Baca Juga:  Polisi: Mobil Ditumpangi Hanafi Rais Ditabrak dari Belakang, Penabrak Kabur

“Baunya kaya bangkai tikus. Karena enggak kuat baunya, warga demo. Mulai ramai tadi demonya sehabis magrib sampai sekarang masih padat,” kata Yulianti, warga yang sempat mendatangi lokasi, sebagaimana dikutip dari Viva.co.id (19//3/21).

Bau menyengat tercium hingga puluhan kilometer ke desa sekitar dan kecamatan lain. Wilayah itu juga seperti tertutup asap kabut. Warga sudah mengenakan masker tetapi baunya tetap tercium.

Baca Juga:  Cerita Eks-Kru Kapal Asing: ABK Disuntik Morfin agar Tahan Tidak Tidur 48 Jam

Baca Juga: Kisah Polisi Dipecat dari Polri, Harus Kerja Di Pabrik Tahu Dan Kini Jadi Pengusaha Sukses

Bahkan, menurut sebagian warga yang lain bau menyengat tersebut sampai masuk ke dalam rumah dan membuat beberapa warga mengalami pusing akibat mencium bau tidak enak tersebut secara terus menerus. Bahkan, bau itu sampai ke wilayah yang termasuk dalam kota tetangga, Depok.

Baca Juga:  Warganet Dibuat Nangis Lihat Video Seorang Anak Belikan Baju Lebaran Buat Ibunya

Terkait hal tersebut, Camat Klapanunggal Ahmad Kosasih turun tangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap lokasi pabrik. Hal itu dilakukan setelah adanya ratusan orang yang menyerbu pabrik tersebut.

Ahmad Kosasih mengatakan bahwa bau tersebut karena adanya kebocoran dalam pabrik, sebagaimana hasil investigasi manajemen perusahaan.

Sementara itu pihak manajemen perusahaan terkesan menghindar karena banyaknya warga yang berdatangan ke lokasi. Karenanya, pihak aparat kecamatan hanya bisa melaporkan kejadian tidak mengenakkan tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup agar segera ditangani dan tak menimbulkan bau busuk lagi.

Baca Juga:  Komisi Yudisial Berduka, Sekjen Komisi KY Yang Positif Corona Meninggal Dunia

“Pihak manajemen belum ada, yang ada di lokasi pihak CSR. Jadi, secara teknis mereka tidak paham. Besok pagi akan di datangi lagi,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasihan, Seorang Ayah Berkostum Badut Perhatikan Anaknya Makan dengan Lahap

  • Bagikan