Habis Bertemu, PPP-PKS Makin Perjuangkan RUU Larangan Minol

  • Bagikan
Habis Bertemu, PPP-PKS Makin Perjuangkan RUU Larangan Minol
Ketum PPP Suharso Monarfa saat bertandang ke PKS/RMOL

IDTODAY.CO – Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersepakat untuk terus memperjuangkan bersama di bidang legislasi nasional.

Salah satunya ialah mengenai rancangan Undang undang (RUU) larangan minuman beralkohol.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arwani Thomafi dalam silaturahim kebangsaan antara Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dan Presiden DPP PKS Ahmad Syaikhu.

Silaturahim kebangsaan itu digelar di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (14/4).

Baca Juga:  Undang KPK Awasi Dana Covid-19, Doni Monardo: Silahkan Sadap Handphone Satu-satunya Kepala Gugus Tugas

“Sejumlah RUU yang telah digagas secara bersama bisa terus diperjuangkan, seperti RUU Larangan Minuman Beralkohol, RUU Perlindungan Ulama, dan RUU lainnya,” ujar Arwani.

Arwani juga menegaskan komitmen kedua partai tersebut dalam kerjasama memperkuat demokrasi yang sehat. Hal itu baik melalui Pemilu maupun kerja-kerja legislasi di DPR.

“Hal yang menjadi penting bagi PPP dan PKS adalah kerja sama memperkuat terciptanya demokrasi yang sehat melalui kerja sama di bidang politik dalam kontestasi politik ke depan, ataupun juga dalam kerja-kerja legislasi di DPR. Saya kira ini menjadi hal yang strategis bagi parpol dalam hal ini ppp dan pks, saya kira itu,” tutur Thomafi.

Baca Juga:  Sentil KH. Ma'ruf Amin, PA 212: Pastikan Kehalalan Status Vaksin Corona

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy.

Kata Habib Aboe Bakar, PPP dan PKS selama ini memiliki banyak titik temu.

“Soal legislasi di bidang keumatan saya yakin kita banyak titik temu, misalkan RUU Larangan Minuman Beralkohol, itu udah berapa kali kita tuh,” terang Aboe.

Tak hanya RUU Larangan Minol saja, kata dia, PKS dan PPP juga bersepakat untuk memperjuangkan beberapa RUU lainnya.

Baca Juga:  Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror, Berulangkali Rumahnya Digedor-gedor!

Misalnya RUU tentang perlindungan tokoh dan simbol agama, hingga RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

“Udahlah kita jalan bareng-bareng, biar makin kuat. Insya Allah jika PPP dan PKS duduk bersama akan bisa menguatkan kerjasama partai politik Islam yang rahmatan Lil Alamin dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

Dalam silaturahim kebangsaan itu dihadiri Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani, hingga Sekjen PPP Arwani Thomafi.

Baca Juga:  Risma Beri Santunan Kematian Di Malang, PKS: Nah, Bu Mensos Kali Ini Benar

Selain mereka, terlihat juga Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono, Wagub Sumatera Barat Audy Joinaldy, hingga Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Kehadiran Suharso dan jajarannya disambut oleh petinggi PKS seperti Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi, hingga Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Baca Juga: Sufmi Dasco Ahmad: Vaksin Nusantara Bisa Antisipasi Kelangkaan Vaksin

Baca Juga:  Hasil Rapat Muhammadiyah Putuskan Tetap Tak Gabung Organisasi Penggerak Kemendikbud

Sumber: rmol.id

  • Bagikan